Bioskop Sumbersari

Bioskop Sumbersari, doeloe bernama Bioskop Chunghua. Terletak di Jalan Talagabodas (Jl. Ahmad Yani sekarang), bioskop ini dibangun pada tahun 1954 di atas tanah bekas pabrik tembakau. Sebagian lahan di sebelahnya sudah digunakan untuk kompleks sekolah Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) tingkat SMP milik Yayasan Yahua. Peletakan batu pertama pembangunan bioskop ini dilakukan oleh Bupati Garut saat itu, R.S. Kartasomantri. Sebuah prasasti peletakan batu pertamanya masih tertera di salah satu dindingnya sampai saat ini.

Prasasti batupertama Sumbersari

Prasasti pembangunan Bioskop Chunghua. “Batu Pertama Dipasang Oleh Bapak R.S. Kartasomantri, Bupati Kepala Daerah Kabupaten – Garut Pada Tanggal 15 Djuli 1954”. Foto: Pisang Arab.

Mengutip Disertasi Doktoral Asep Achmad Hidayat di Universitas Indonesia (2014) yang berjudul: “Kerusuhan Anti Cina di Kota Garut 1963”, Bioskop Chunghua ini mulai beroperasi pada tanggal 8 Oktober 1954. Direktur Bioskop Chunghua ini adalah Mak Yauw Seng. Pada hari pertama itu diputar film Indonesia berjudul “Antara Tugas dan Cinta”. Film yang disutradarai Bachtiar Effendy dan Rd Ariffien ini produsennya adalah CPM (Corps Polisi Militer), hingga ceritanya lebih berupa “penerangan” mengenai CPM yang wajib menjalankan tugas walaupun harus mengorbankan cinta… Revolusi itu romantis.

Scene_from_Antara_Tugas_dan_Cinta_(2),_Film_Varia_1.8_(July_1954),_p1

Salah satu scene dalam film “Antara Tugas dan Cinta”. Foto: Tropenmuseum.

Disebutkan, keuntungan dari usaha bioskop ini sebagian digunakan bagi biaya pendidikan Sekolah THHK, terutama digunakan untuk kesejahteraan para pengajar dan karyawan sekolah. Sekolah THHK (Yahua) ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pada tahun 1963 jumlah siswa di Sekolah THHK (Yahua) kurang lebih mencapai 1500 dengan jumlah pengajar 124 orang.

Bioskop Chunghua ini sering digunakan untuk pertemuan-pertemuan politik: Partai Komunis Indonesia (PKI). Perkumpulan Chunghua Chunghui ditengarai berafiliasi dengan PKI.

Share file10

Bioskop Chunghua tahun 1960an. Foto: Asep Achmad Hidayat.

Setelah peristiwa G.30.S/PKI, Sekolah THHK (Yahua) dan Bioskop Chunghua ditutup. Pada hari Senin tanggal 14 Maret 1966, sekelompok pemuda pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Pemuda dan Pelajar Indonesia/Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia(KAPPI/KAMI) secara paksa mengambil alih Sekolah THHK (Yahua) dan Bioskop Chunghua. Alasannya, pengurus organisasi Chunghua Chunghui Garut dianggap menjadi anggota PKI dan orientasi politik pro RRC. Sekolah THHK di Jl. Lio (Jl. Gunung Payung) dipakai oleh SMPN V Garut, sedangkan Sekolah THHK di Jl. Talagabodas (Jl. Ahmad Yani) dipakai oleh SMPN IV Garut. Sementara itu, Sekretariat perkumpulan Chunghua Chunghui di Jl. Ciledug juga diambil alih oleh KAPPI/KAMI, yang kemudian digunakan sebagai gedung Pusat Koperasi Pegawai Negeri (PKPN) Garut.

Bagaimana nasib bioskop Chunghua? Setelah diambil alih oleh KAPPI/KAMI, Bioskop Chunghua kemudian diklaim sebagai aset Korem 062 Tarumanagara, dan berganti nama menjadi Bioskop Sumbersari.

Share file9

Bioskop Sumbersari tahun 1985, masa-masa kejayaan bioskop dan film-film Indonesia. Tampak saat itu sedang diputar film “Gairah Kawula Muda”. Foto: Asep Achmad Hidayat.

Entah salah kelola, atau tak tahan menghadapi gempuran teknologi perfilman berupa perangkat pemutar pita video dan VCD, atau persaingan dengan grup usaha bioskop yang lebih modern, akhirnya Bioskop Sumbersari pun kolaps. Era 90an menjadi akhir perbioskopan di Garut.

BioskopSumbersari 2000

Senjakala kejayaan Bioskop Sumbersari.

***

Ada kenangan masa kecil dari keberadaan bioskop di Garut yang selalu teringat. Saat media promosi masih terbatas, tiga bioskop yang ada di Garut saat itu (Bioskop Sumbersari, Bioskop Cikuray, dan Garut Theatre) menggunakan mobil bak terbuka berkeliling kota berpromosi tentang film yang akan diputar di hari itu. Orang Garut menyebutnya sebagai “wawar”, artinya pengumuman atau publikasi. Sekalipun tidak akan menonton, anak-anak antusias mengejar-ngejar, dan juga berebutan, kertas brosur yang berisi promo film yang disebarkan mobil wawar itu. Dilengkapi pengeras suara, mobil wawar yang berjalan pelan itu menyuarakan kata-kata yang hampir sama saja: “Saksikan, hari ini di Bioskop bla… bla… bla…”. Begitu setiap hari. Dan semuanya tinggal kenangan…

[M.S]

Advertisements

4 thoughts on “Bioskop Sumbersari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s