Grafiti Komunis di Garoet (1947)

Belum genap dua tahun Repoeblik Indonesia merdeka, kota Garoet kembali dikuasai oleh tentara Belanda. Sebagai bagian dari aksi Agresi Militer I, tentara Belanda dari C-Divisie “7 December” (Divisi C – “7 Desember”), khususnya satuan-satuan yang tergabung dalam 3e Infanterie Brigade Groep (Brigade Infantri ke-3), pada tanggal 12 Agustus 1947 menguasai kota Garoet. (Lihat, Garoet dan Death NICA (1947)).

Dalam sebuah operasi, tentara Belanda menemukan dinding di sebuah kantor pemerintahan di Garoet berhiaskan gambar tokoh-tokoh komunis Internasional.

Communistische raffiti op een muur. De koppen van Marx, Engels, Lenin en Stalin 09`947 Gahetna

Foto bertitel “Communistische raffiti op een muur. De koppen van Marx, Engels, Lenin en Stalin” koleksi Dienst voor Legercontacten Indonesië ini dalam keterangannya disebutkan diambil pada bulan September 1947. Jelas sekali tampak gambar kepala Karl Marx, Frederich Engels, Lenin, dan Stalin.

Tak disebutkan lokasi dan nama kantor dimaksud. Temuan ini kemudian digunakan tentara Belanda sebagai bahan propaganda untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Republik telah dirasuki hantu Komunis. Pasca Perang Dunia Kedua, Komunis di bawah komando Uni Sovyet menjadi musuh Sekutu berikutnya walau sebelumnya bahu membahu melawan NAZI Jerman.

gla11

Seorang prajurit KNIL berjongkok di sisi dinding bergambar tokoh-tokoh komunis internasional. (Foto hasil screenshot dari video “1e divisie 7december Nederlands Indie”)

***

Sebuah koran terbitan Batavia, Het dagblad_uitgave van de Nederlandsche Dagbladpers te Batavia, memuat peristiwa penemuan gambar tokoh-tokoh Komunis itu dalam sebuah berita gambar tiga bulan kemudian, tanggal 23 Desember 1947.

Het dagblad_uitgave van de Nederlandsche Dagbladpers te Batavia 23121947

Dalam keterangan gambarnya kurang lebih disebutkan, adanya propaganda komunis di kaum republik (Indonesia) terbukti dengan temuan pasukan Belanda di sebuah kantor pemerintahan republik (Indonesia) di daerah Garoet. Katanya, gambar itu sudah berbicara banyak (sebagai bukti) dan karenanya tidak perlu banyak komentar lagi…

Rupanya Belanda mencoba mencari simpati dari orang-orang Indonesia yang anti-komunisme dengan mempublikasikan bahwa pemerintah Republik Indonesia sudah dirasuki paham komunis. Propaganda yang tidak berhasil, karena saat itu kelompok komunis masih lemah dan isu komunisme memang belum laku dijual saat persatuan nasional melawan kolonialisme Belanda menjadi isu bersama. 

***

Hantu komunis sekarang ini sedang kembali gentayangan. Entah kenapa hantu itu “dihidup-hidupkan” kembali. Ideologi komunis yang sudah membusuk itu jelas sudah tak laku ditelan perubahan jaman. Karenanya, tak perlu takut membiarkan sejarah menjadi pelajaran…

[M.S]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s