Telefoon

R.A.A. Wiratanudatar. Ia adalah Bupati Limbangan terakhir, yang memerintah antara 1871 sampai 1913, tetapi berlanjut menjadi Bupati Garoet pertama, memegang jabatan antara 1913 sampai 1917. Ia punya banyak kuda kesayangan, salah satunya dinamai si Telefoon. Si Telefoon ini pernah menjuarai salah satu pacuan atau ngadu kuda tahunan di Tegal Lega Raceterrain di Bandoeng pada tahun 1887. Liputan acara ngadu kuda itu beritanya dimuat salah satunya pada suratkabar Bataviaasch Handelsblad tanggal 14 Juli 1887.

Entah mulai kapan pak boepati (doeloe harus nyebut kangdjeng boepati) menamai kudanya dengan nama si Telefoon. Sebelumnya, si Telefoon ini bernama si Perbawati. Mungkin nama Perbawati kurang keren? Hehe..

Tapi tak sampai setahun kemudian, si Telefoon ini mati. Suratkabar De Locomotief tanggal 3 Februari 1888 memuat kabarnya dalam satu kilasan berita. Bisa dibayangkan pentingnya kuda pada djaman itoe, sampai-sampai De Locomotief, salah satu koran yang punya reputasi pun menyelipkan berita kematian seekor kuda. Si Telefoon ini dikabarkan mati akibat gigitan seekor anjing gila di hidungnya. Ga penting banget

Seperti inilah keramaian suasana dalam arena 'Ngadu Kuda' di Raceterrein Haoer Panggoeng. Tampak tribun khusus para pembesar untuk menyaksikan dari dekat pacuan kuda yang sedang berlangsung. (Sumber: De revue der sporten, tahun 11, 1917, No 15, tanggal 19 Desember 1917).

Suasana ‘Ngadu Kuda’ di Raceterrein Haoer Panggoeng. (Sumber: De revue der sporten, tahun 11, 1917, No 15, tanggal 19 Desember 1917).

Tapi bukan si Telefoon yang akan di-guar kali ini, melainkan telepon beneran.

***

Naratas Garoet belum bisa memastikan kapan telepon mulai tersambung di Garoet. Mengutip Wikipedia, sebelum adanya telepon di Hindia Belanda, pemanfaatan telekomunikasi dilakukan dengan telegraf. Pemanfaatan telegraf ini dimulai sejak saluran telegraf pertama dibuka pada tanggal 23 Oktober 1855 oleh pemerintah Hindia Belanda. Beberapa tahun setelah penggunaan telegraf, muncullah jaringan telepon lokal dan menyebar secara cepat pada sebagian besar wilayah.

Pada tanggal 16 Oktober 1882 jaringan telepon lokal pertama kali diselenggarakan oleh pihak swasta yang mendapat izin konsesi selama 25 tahun. Jaringan telepon ini menghubungkan Gambir dan Tanjung Priok (Batavia). Khusus untuk hubungan telepon interlokal, perusahaan Intercommunaal Telefoon Maatschappij memperoleh konsesi selama dua puluh lima tahun untuk hubungan Batavia-Semarang, selanjutnya Batavia-Surabaya, disusul Batavia-Bogor dan kemudian Bandung-Sukabumi. Dalam pengembangan jaringan telepon ternyata perusahaan-perusahaan telepon itu hanya membuka hubungan telepon di kota-kota besar yang mendatangkan untung saja sehingga penyebaran jaringan telepon tidak merata.

Setelah jangka waktu konsesi berakhir, semua perusahaan jaringan telepon diambil alih dan dikelola oleh Pemerintah Hindia Belanda melalui pembentukan Post, Telegraaf en Telefoondienst, kecuali jaringan telepon Perusahaan Kereta Api Deli (Deli Spoor Maatschappij, DSM). Sejak saat itu pelayanan jasa telekomunikasi dikelola oleh pemerintah secara monopoli.

***

Menjejaki dari gambar yang ada, bangunan kantor telepon Garoet ini pertama-tama diperoleh dari buku Album Garoet Tempo Doeloe. Dalam keterangannya disebutkan bahwa gambar ini adalah suasana bagian dalam komplek kantor telepon Garoet sekitar tahun 1910.

20160221_173402

Diketahui, sebelumnya kantor ini masih disebut Post en Telegraaf Kantoor karena pada awalnya urusan telepon masih dipegang oleh perusahaan swasta. Pada tahun 1912 kantor ini pernah direnovasi. Rancangan kantor Post, telegraaf, en Telefoon Garoet yang baru ini pernah dimuat dalam majalah De Ingenieur No. 28 Tahun 1912.

dts_2955039_mpeg21_0015_image

Foto bangunan kantor Post, Telegraaf, en Telefoon Garoet ini pada tahun 1920an tampak seperti berikut:

Sementara untuk suasana sekitar tahun 1930an, ada foto dari buku Album Garoet Tempo Doeloe, walau tak begitu jelas tampak bangunannya:

20160221_173515

Terakhir, foto di tahun 1947. Kantor Post, Telegraaf, en Telefoon Garoet ini tampak hancur, entah karena bumi hangus dari pejuang republik atau terkena tembakan dalam perang… (Lihat Post- en Telegraafkantoor Garoet, juga Garoet dan Death NICA (1947)).

Kantor pos grt 47

***

Nah, pada tahun 1911 sambungan telepon di Garoet mulai bisa digunakan untuk hubungan interlokal. Kabar ini diumumkan Post, Telegraaf, en Telefoondienst pada suratkabar Bataviaasch Nieuwsblad tanggal 18 Februari 1911.

Gouvernements Post-, Telegraaf- en Telefoondienst mengumumkan layanan telepon interlokal antara Bandung dan Garut dapat digunakan mulai tanggal 1 Maret 1911. Publik dapat menggunakan fasilitas ini setiap hari mulai jam 7 pagi sampai dengan jam 7 malam.

Dengan tersambungnya jaringan telepon Garoet dengan Bandoeng ini maka memungkinkan pula untuk sambungan interlokal ke berbagai kota di Jawa. Dari Garoet ke arah barat, selain Bandoeng, juga dapat terhubung dengan Tjiandjoer, Soekaboemi, Buitenzorg, dan Batavia. Sementara ke arah timur, Garoet akan terhubung dengan Djokjakarta, Soerakarta, Semarang dan Madioen.

Tarif percakapan interlokal dari dan ke Garoet untuk pertama kalinya ditetapkan seperti tampak pada tabel berikut:

Tarif interlokalcBataviaasch nieuwsblad 18021911

Untuk berlangganan layanan telepon interlokal ini, warga Garoet harus mengajukan permintaan ke Post-, Telegraaf- en Telefoondienst setempat. Ada ketentuan dan syarat yang harus dipenuhi. Namun, dari tanggal 20 sampai dengan tanggal 27 Februari 1911, publik diberi kesempatan untuk menggunakan layanan telepon interlokal ini secara gratis. Asyiiik…

***

Doeloe, setiap sambungan harus melalui operator kemudian minta disambungkan ke nomer yang dikehendaki. Ngomong-ngomong, siapakah yang mendapatkan telepon Garoet Nomer 1?

Ternyata, Hotel Papandajan…

339348488

[M.S]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s