Wadjah Pendopo Tempo Doeloe

Pendopo atau pendapa itu, kata Wikipedia, berasal dari bahasa Sanskerta mandapa (yang berarti “bangunan tambahan”), adalah bagian bangunan yang terletak di muka bangunan utama. Struktur ini kebanyakan dimiliki rumah besar atau keraton, letaknya biasanya di depan dalem, bangunan utama tempat tinggal penghuni rumah.

Pendopo biasanya berbentuk bangunan tanpa dinding dengan tiang/pilar yang banyak (tapi rupanya pakem struktur pendopo itu mulai bergeser. Pendopo Garut, misalnya, dikelilingi dengan bingkai jendela kaca). Fungsi utamanya adalah sebagai tempat menerima tamu. Namun, karena pendopo biasanya besar, bangunan ini difungsikan pula sebagai tempat pertemuan, latihan tari atau karawitan, rapat warga, dan sebagainya.

Pendopo Garut terletak di depan bangunan utama yang menjadi rumah dinas bupati Garut. Bangunan utama ini disebut sebagai gedung Pamengkang. Mungkin karena yang tampak di depan adalah pendopo, maka justru bangunan tambahan ini yang lebih populer untuk menyebut kediaman bupati Garut. Saya pun akan ikut latah menyebut kompleks kediaman bupati Garut ini sebagai kompleks pendopo. Tidak apa-apa kan?

Di sini saya tidak akan membahas bangunan pendopo yang sekarang ada, tapi akan ajak pembaca untuk menjelajah ke masa silam, melihat wajah pendopo Garoet tempo doeloe. Selintas saja…

***

Tanggal 16 Pebruari 1813, Letnan Gubernur Raffles mengeluarkan keputusan tentang pembentukan kembali Kabupaten Limbangan, setelah sebelumnya dibubarkan Gubernur Jenderal Daendels. Kabupaten Limbangan (baru) ini beribu kota di Suci, dengan bupati pertama Adipati Adiwijaya (1813-1831). Tetapi rupanya Suci dianggap kurang pas untuk dikembangkan sebagai ibukota kabupaten. Akhirnya, lokasi baru calon ibukota yang kemudian diberi nama kota Garut ditemukan. Berdasarkan catatan pada sebuah prasasti di jembatan Leuwidaun, diperkirakan pembangunan sarana dan prasarana calon ibukota ini, seperti tempat tinggal bupati, pendopo, kantor asisten residen, mesjid, alun-alun, jalan-jalan, dan jembatan, dimulai pada tanggal 15 September 1813. Begitulah kira-kira waktu mulainya dibangun rumah tinggal bupati dan pendopo Garoet.

Wujud bangunan pendopo tertua yang dapat saya peroleh baru berasal dari sekitaran tahun 1880. Jika melihat rentang waktu dari pembangunan pertama di tahun 1813, artinya sudah berusia 60 tahun lebih. Bisa jadi, sudah dilakukan renovasi atau bahkan berbeda sama sekali dari bangunan awal. Tampak bangunan dengan pilar-pilar beton ini lebih kental bergaya Eropa daripada sebagai sebuah pendopo tradisional yang biasa terdapat di pulau Jawa.

Pendopo Garoet, 1880. (Sumber: KITLV)

Pendopo Garoet, 1880. (Sumber: KITLV)

Berdasarkan dokumen Koloniaal Verslag tahun 1893-1894, diketahui pada tahun 1892 gedung pendopo dan rumah kediaman bupati Garoet direnovasi. Proyek ini berbarengan dengan renovasi rumah assisten residen dan kantor pos Garoet. Perubahannya mungkin seperti yang nampak pada gambar berikut:

Pendopo Garoet 1904, pemandangan dari arah alun-alun. (Sumber: Tropenmuseum)

Pendopo Garoet 1904, pemandangan dari arah alun-alun. (Sumber: Tropenmuseum)

Tampak atap pendopo menjadi berundak dua, dan pilar beton di bagian depan sudah diganti dengan tiang-tiang (kayu?) yang lebih kecil.

Pendopo Garoet, 1905 (Sumber: KITLV)

Pendopo Garoet, 1905 (Sumber: KITLV)

Bangunan pendopo kembali berubah. Mungkin tiap bupati punya selera yang berbeda. Di tahun 1920-an, sebagaimana terlihat pada gambar berikut, pendopo Garoet kembali menggunakan pilar-pilar bergaya Eropa.

Pendopo Garoet, 1920-an. (Sumber: KITLV)

Pendopo Garoet, 1920-an. (Sumber: KITLV)

***

Jika melihat peta kota Garoet di tahun 1909, kompleks pendopo Garoet memiliki lahan yang luas. Terlihat pada peta di bawah ini, jalan Kiansantang (sekarang) belum ada. Sementara itu, jalan Pajajaran (sekarang) baru berupa jalan kecil yang melingkari halaman belakang kompleks pendopo.

Pendopo dan sekitarnya, 1909.

Pendopo dan sekitarnya, 1909.

Di halaman belakang pendopo malah terdapat kolam ikan dan taman yang luas. Entah kapan kolam ikan di halaman belakang pendopo ini menghilang dan dijadikan pemukiman.

Kolam dan taman di halaman belakang pendopo Garoet, 1895. (Sumber: KITLV)

Kolam dan taman di halaman belakang pendopo Garoet, 1895. (Sumber: KITLV)

***

Nah, jika anda bertamu ke pendopo, maka, sebagaimana nampak pada gambar berikut, beginilah gaya Bupati Garoet saat itu. Hanya bupati yang boleh duduk di kursi. Doeloe, pendopo memang lambang kekuasaan feodal…

Bupati Garoet Rd. Adipati Aria Wiratanoedatar VIII, 1910-an. (Sumber: KITLV)

Bupati Garoet, Rd. Adipati Aria Wiratanoedatar VIII, di tahun 1910-an. (Sumber: KITLV)

***

Itu saja dulu, namanya juga selintas…

 [M.S]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s