Leuweung Tiis, Akhir Tragis Majoor D. Sjamsju (1950)

Tanggal 27 Desember 1949, Belanda resmi mengakui kedaulatan Republik Indonesia. Masa perang sudah usai, tapi kegentingan di Priangan belumlah reda. Bukan saja karena Kartosoewirjo angkat senjata untuk mempertahankan keyakinan politiknya, tetapi juga banyak berkeliaran kelompok bersenjata yang lebih cenderung bertindak kriminal. Maka, jam malam diberlakukan di kota-kota.

Setahun kemudian, tanggal 27 Desember 1950, koran AID “De Preangerbode” memberitakan satu peristiwa yang menunjukkan gerombolan liar itu tak takut untuk menghadang seorang perwira militer sekalipun. Leuweung Tiis…

***

Komandan Sub-Teritorial Priangan (Garoet). (Sumber: AID

Majoor D. Sjamsju, Komandan Sub-Teritorial Priangan (Garoet). (Sumber: AID “De Preangerbode”, 27 Desember 1950)

Senin, tanggal libur Natal di tahun 1950, Mayor D. Sjamsju, Komandan Sub-Teritorial Priangan (Garoet), sedang dalam perjalanan dari Bandoeng menuju Garoet. Seorang sopir mengendarai mobilnya. Ikut pula bersamanya, Adiwidjaja, seorang pejabat Volksbank (BRI) di Garoet, beserta istri dan seorang anaknya.

Sore kira-kira pukul 5, perjalanan sudah berada di sekitar Leuweung Tiis, Tiba-tiba mobil mereka dihadang oleh sekelompok orang bersenjata. Awalnya, Mayor Sjamsju mengira mereka pasukan APRI (Angkatan Perang Republik Indonesia, sebutan TNI saat itu) karena berseragam militer. Mengetahui mereka bukanlah tentara sebenarnya, Mayor Sjamsju segera meminta sopir untuk melajukan mobilnya dengan kencang.

Naas, si sopir terkena tembakan. Tapi, peluru ternyata hanya menyerempet lehernya, hingga ia masih sempat keluar kendaraan dan lari untuk mencari bantuan. Dan tragis bagi Mayor Sjamsju dan Adiwidjaja, keduanya tak bisa meloloskan diri. Mereka ditembak dan meninggal di tempat. Sementara itu, istri dan anak Adiwidjaja disuruh untuk keluar mobil, dan dirampas perhiasannya saja. Mereka berdua selamat.

Beberapa saat kemudian, sepasukan APRI berdatangan. Tembakan yang dilontarkan pasukan tentara ini membuat kocar kacir gerombolan hingga berlarian ke hutan.

***

Keesokan harinya, pemakaman Mayor D. Sjamsju dengan khidmat dilakukan di pemakaman Tjikoetra, Bandoeng. Hadir pada pemakaman itu Panglima Divisi Siliwangi Kolonel Sadikin, Gubernur Djawa Barat Sewaka, Overste Erie Soedewo, Overste Soetoko, Residen Priangan Sanoesi, Walikota Bandoeng Enoech, Boepati Bandoeng Male Wiranatakusumah, dan banyak lagi pejabat militer dan sipil.

Mayor Sjamsju adalah salah satu perwira senior dari Divisi Siliwangi. Pada periode setelah perintah gencatan senjata, ia adalah Kepala Staf Brigade 21 Bamboe Roentjing di Banten. Mayor Sjamsju gugur pada usia 37 tahun, dan meninggalkan seorang istri dan empat anak.

Dalam pidato singkatnya, Kolonel Sadikin menyatakan Mayor D. Sjamsju adalah sosok pahlawan nasional, yang meninggal dalam memenuhi tugasnya untuk negara dan rakyat.

Demikian “De Preangerbode” melaporkan…

***

Untuk mengenang jasa-jasanya, nama Mayor Syamsu diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Garut, depan kampus Musaddadiyah, Jayaraga. Sayang, tugu peringatan di lokasi meninggalnya Mayor Syamsu, sekitar Kampung Pasir Bajing, saat ini sudah tidak terpelihara. Selain perhatian dari pemerintah, edukasi pada masyarakat tentang kesadaran pentingnya sejarah dan perhormatan yang layak bagi para pejuang dulu, perlu dilakukan pula.

Terlepas dari itu, jelang peringatan hari kemerdekaan ini, ingatan saya tertuju pada nasib para pejuang dulu yang tak beruntung saat perjuangan bersenjata sudah usai. Film “Lewat Djam Malam” (1954) bisa mewakili gambaran tentang itu. Dan konon, banyak dari mereka yang terlunta-lunta hingga ada yang terlibat dalam gerombolan kriminal bersenjata dulu di tahun-tahun 1950-an itu.

Benar, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Dan mungkin kita bangsa yang belum besar?

[M.S]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s