Hadiah Lebaran 1353 H: Disuntik Massal…

Pencarian momen lebaran di masa lalu Garoet yang terabadikan dalam foto, berakhir pada (lagi-lagi) koleksi KITLV. Ini pun sangat minim, hanya lebaran di tahun 1935 dan berlokasi di Tjisoeroepan, semuanya dengan titel: Viering van lebaran te Tjisoeroepan bij Garoet. Tak apa lah…lebaran01

Lebaran02

Lebaran03

Lebaran04

Foto-foto itu bertanggal 27 Desember 1935, yang bertepatan dengan 1 Syawwal 1354 H. Nampak anak-anak memenuhi alun-alun Cisurupan, bermain atau sekedar duduk-duduk, mungkin setelah pelaksanaan shalat Ied. Foto terakhir menunjukkan suasana di depan gang sebuah kampung.

Sebetulnya, pada tahun 1935 itu lebaran berlangsung 2 kali. Sebelumnya, tanggal 1 Syawwal 1353 H bertepatan dengan tanggal 7 Januari 1935. Dan, ada satu kronik yang berlangsung tepat setelah lebaran di Januari 1935 ini: suntik massal vaksin pes.

***

“Kabar gembira untuk kita semua, penyakit pes kini ada vaksinnya…” Mungkin begitu ekspresi umum di tahun 1934 ketika dr. Otten menemukan vaksin pes, dan siap digunakan. Sebagaimana pernah diceritakan dalam Ketika Wabah Pes Melanda Garoet, penyakit pes merajalela di Hindia Belanda dan terdeteksi sejak 1905. Dan di Garoet sendiri, wabah pes mulai menjangkit sekitar tahun 1920-an. Dengan penemuan vaksin pes ini, maka upaya pemberantasan pes telah dilengkapi pula dengan langkah pencegahan.

Rencananya, di awal tahun 1935 itu akan mulai dilakukan vaksinasi massal di wilayah keresidenan Preanger, termasuk Kaboepaten Garoet. Pelaksanaan suntik massal vaksin pes ini direncanakan setelah hari raya.

Tapi, tak mudah ternyata meyakinkan penduduk saat itu. Rencana suntik massal itu mendapat perlawanan di beberapa daerah. Banyak rumor yang beredar. Penduduk desa ketakutan hingga memilih bersembunyi. Katanya, vaksin itu suntikan mati. Diberitakan, aparat sampai harus “memaksa” penduduk agar mau disuntik, hingga mengerahkan aparat keamanan untuk itu. Dan akibatnya, muncul rumor lagi: ada penculikan massal. Malah, di Desa Ngamplang, misalnya, hampir terjadi bentrokan. Penduduk desa lengkap dengan golok mendatangi balai desa. Tapi, setelah diadakan pertemuan, maka penduduk mau disuntik vaksin.

Kebayang, betapa kaweur dan riweuh mewarnai momen lebaran di tahun 1353 H itu…

***

Dalam buku Sejarah Pemberantasan Penyakit di Indonesia (2007), disebutkan bahwa vaksinasi pes saat itu telah menurunkan angka kematian hingga 20 persen. Mungkin itu juga yang tercermin pada foto-foto di awal tulisan ini: kegembiraan telah kembali di hari lebaran, setelah bertahun-tahun dicekam wabah pes.

[M.S]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s