Catatan Para Pelancong Doeloe (4): Celeste J. Miller, Wanita yang “Always Traveled Alone”

Pengantar

Banyak pelancong mancanegara, sebahagiannya adalah para pesohor, yang menyempatkan datang ke Garoet di masa lalu. Kabar tentang Mooi Garoet telah mengundang rasa penasaran mereka. Beberapa di antaranya kemudian menuliskan catatan perjalanan, yang akan saya tampilkan cuplikan singkatnya dalam rangkaian tulisan “Catatan Para Pelancong Doeloe” di Naratas Garoet ini. Catatan-catatan yang masih jarang diungkap itu, selagi tersedia informasinya, akan dilengkapi pula dengan biografi singkat mereka. Selamat melancong…

Catatan ini diambil dari buku “The Newest Way Round The World” karya Celeste J. Miller, yang pertama kali terbit tahun 1908. Menurut penerbitnya, Miss Miller merupakan wanita pertama yang melakukan perjalanan menggunakan Trans-Siberian Railway sendirian, dan wanita pertama yang mengunjungi bagian terpencil di Amerika Selatan tanpa pengawasan, bahkan pemandu. Dia dikatakan selalu bepergian sendiri, dan sering kali dia berbulan-bulan sendirian di negara-negara yang ia tidak bisa berbicara bahasa setempat; namun dia tidak pernah mengalami kecelakaan, atau misalnya, ketinggalan kereta.

The Newest Way Round the World 1

Perjalanan yang dicatat dalam buku ini merupakan catatan deskriptif, mulai di Chicago, 16 Juni 1902, dan terus berlanjut ke New York, Bremen, Berlin, Alexandrov, Warsawa, Moskow, Irkutsk, Stretensk, Blagovchensk, Habarovsk, Vladivostok, Korea, Chefoo, Shanghai, Hongkong, Siam, Singapura, Jawa, Perancis Indo-China, Swatow, Amoy, Foochow, Jepang, Honolulu, San Francisco, dan kembali lagi ke Chicago. Melihat rute perjalanannya itu, maka, pemakaian judul “The Newest Way Round The World” untuk bukunya ini tidaklah mengherankan.

***

Perjalanan Di Garoet

Perjalanannya ke Garoet merupakan bagian dari perjalanan keliling Jawa, yang disebutnya sebagai “the land of pajamas and sarongs”. Mulai Batavia terus ke Buitenzorg. Setelah meninggalkan Buitenzorg, katanya, perjalanan berlanjut ke Garoet dengan keretaapi melalui jalanan yang terjal dan daerah berbukit, dengan pesawahan berundak di lereng bukit. Dia menyebut telah melakukan perjalanan melalui ribuan petak sawah tetapi tidak pernah melihat pesawahan begitu indah sebagaimana di Jawa. Di tempat padi tumbuh pada teras lereng bukit setinggi dua atau tiga ratus kaki itu, nampak beragam pemandangan; terlihat areal pesawahan itu dirancang sedemikian rupa oleh petani yang memang memahami lanskap lahan yang ada.

Sarong

Kata dia, Garoet pernah memiliki satu resor kesehatan, tapi sekarang sanitarium itu telah berubah menjadi tempat penginapan (maksudnya, Hotel Ngamplang), yang tidak terlalu tinggi letaknya untuk mendapatkan manfaat dari iklim pegunungan. Dia menikmati beberapa hari tinggal di sana, dengan “penginapan yang sangat nyaman dan dilengkapi dengan air yang murni dari pegunungan”. Menurutnya, “bagian Eropa” dari kota ini cukup bagus, tapi terdapat bagian lain yang besar tempat penduduk pribumi yang kotor. Hehe…

Miss Miller bercerita, suatu malam dia pergi untuk melihat suatu pertunjukan tradisional. Dia diberitahu pertunjukan itu seperti pertunjukan boneka, dan bahwa boneka itu serupa boneka kayu yang dijual oleh penduduk pribumi di jalan-jalan. Saat pertunjukan berlangsung, dia merasa kecewa, mungkin karena tidak sesuai dengan bayangannya sebagaimana pertunjukan boneka di Amerika sana.

Garoet terletak dekat dengan sejumlah gunung berapi, dan Papandajan adalah kawah yang paling sering dikunjungi wisatawan. Untuk mengunjunginya dibutuhkan waktu hampir seharian. Untuk itu, persiapan perlu dilakukan sejak pukul tiga pagi, kemudian keluar hotel sehingga pendakian dapat dilakukan sebelum hari menjadi panas. Saking hebohnya kawah Papandajan ini, katanya, waktu tiba di hotel, semua orang yang bertemu dia kemudian bertanya apakah dia akan mengunjungi kawah yang terkenal itu; dan, karena sebagian besar tamu di hotel itu sudah melihatnya nampak semuanya ingin memperlihatkan bahwa mereka terkesan benar dengan pemandangan yang indah di sana.

Garoet ternyata cukup dingin dan menyenangkan pada dini hari. Miss Miller terkejut bahwa beberapa ratus kaki saja jarak yang ditempuh ternyata suhu bisa berbeda di daerah beriklim tropis ini. Dia tiba sebelum jam sembilan di Tjisoeroepan, tempat kursi tandu, atau “djoecies” disiapkan, sebagai kendaraan untuk menyelesaikan perjalanan ke puncak. Sesampainya di puncak, katanya, tersedia pondok papan yang nyaman sebagai tempat makan siang, dan memiliki arah pandangan yang bagus ke kawah, yang dipenuhi material panas, belerang alam, yang membuat banyak kebisingan karena muntahan uap panas.

Seorang pemandu yang membawanya melalui kawah itu terus bertanya apakah dia pernah melihat yang seperti itu sebelumnya. Miss Miller ternyata telah mengunjungi sebagian besar kawah yang terkenal di bagian lain dunia, seperti Yellow-Stone Park dan Wonderland di Selandia Baru, yang lebih besar. Walau rada kecewa, ada hal yang menyenangkan baginya, satu-satunya, yaitu perjalanan ke puncak Papandajan melalui hutan yang indah, perkebunan kopi, dan sawah-sawah.

Kata Miss Miller, ada sejumlah tempat wisata lain di Garoet, gunung yang lain, tapi sepertinya dia telah melihat bagian yang terbaik dari Garoet, jadi, akhirnya, dia melanjutkan perjalanan dengan kereta ke arah Jawa Tengah.

Begitu cenah…

***

Berita kematian Celeste J. Miller muncul di koran Ottawa Daily Republican Times terbitan tanggal 9 Februari 1928, dengan Judul: “Celeste Miller, Ottawa Woman, Who Had Traveled A Million Miles, Died At 82 In Phoenix, Arizona”. Disebutkan, Miss Miller telah melakukan travelling sejak 1874. Jika dihitung-hitung, dia telah berkeliling dunia sebanyak 32 kali, dan kembali ke Chicago dari perjalanan terakhirnya pada tahun 1927.  Katanya, dia pernah bercerita pada temannya bahwa dia telah menempuh jarak 1.000.000 mil perjalanan, dan tidak pernah merasa kelelahan.

[M.S]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s