Societeit Intra Montes: Tempat Gaul Bule di Garoet Doeloe

Tanggal 5 sampai 7 Agustus 1915, tiga hari berturut-turut, terpasang iklan di surat kabar Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, tentang akan diselenggarakannya acara Race-Avonden te Garoet. Ini adalah acara malam perayaan perlombaan –lomba apalagi kalau bukan ngadu kuda. Dan memang tertera di iklan itu, acaranya diselelenggarakan oleh Race-club “Haoer Panggoeng” Garoet, sebuah klub berkuda ternama di Garoet saat itu (sedikit tentang ngadu kuda di Garoet doeloe, lihat Ngadu Kuda Dulu). Tersebut, acara Race-Avonden te Garoet akan berlangsung pada tanggal 14 Agustus 1915, menampilkan Soirée dansante (Strijk-orkest C.R.C. Batavia), dan 15 Augustus 1915: pesta besar tari ronggeng atau nayuban, yang katanya untuk pimpinan kaum pribumi (Bupati?). Dan acara itu bertempat di Societeit Intra Montes Garoet.

Banyak hal tentang gambaran kehidupan sosial masa lalu di kota Garoet yang dapat dikorek dari secuil iklan itu. Untuk kesempatan ini, saya sedang tertarik dengan keberadaan Societeit Intra Montes Garoet. Berawal dari foto-foto jadul dengan keterangan “Societeit Intra Montes te Garoet” atau “Societeit in Garoet”, dibantu dengan beberapa referensi, saya dapat sedikit bercerita tentang Societeit Intra Montes Garoet ini.

Societeit atau disingkat jadi soos, klub dalam bahasa Belanda, merupakan perkumpulan yang didirikan sebagai tempat gaul orang-orang Eropa di masa itu. Societeit menggunakan sistem keanggotaan. Hanya kalangan pengusaha, priyayi, dan pejabat yang boleh datang ke klub eksklusif ini.

Societeit pada akhir abad ke-19 didirikan di setiap kota besar, dan di banyak kota kecil, di Hindia Belanda. Societeit Harmonie di Batavia adalah yang tertua, sudah ada sejak 1814, dan yang paling bergengsi hingga menjadi model bagi seluruh Hindia Belanda. Gedung Societeit Harmonie sekarang sudah tidak ada, tapi masih menyisakan Harmoni sebagai nama sebuah kawasan di Jakarta Pusat. Di Bandung, tahun 1879 berdiri Societeit Concordia. Pada perkembangannya, Societeit Concordia ini menempati bangunan megah yang sekarang menjadi Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika. Dahulu, gedung ini menjadi tempat berkumpul para pengusaha teh di Priangan (preangerplanters) setiap akhir pekan. Dalam historia.co.id disebutkan, sebagai societeit, Harmonie menjadi tempat saling berkumpul, mengobrol sambil menikmati kopi, teh, atau minuman beralkohol, merokok, main kartu, bahkan main biliar. Tidak lupa, pesta dansa. Begitu juga dengan Societeit Concordia di Bandung. Societeit ini biasanya menghelat pertunjukan musik, sandiwara, dan dansa setiap Sabtu. Pertunjukan digelar hingga sore. Jelang malam, mereka menikmati minuman keras dan berakhir dengan pesta dansa.

Entah kapan Societeit Intra Montes di Garoet berdiri. Dari pemberitaan yang ada, setidaknya sejak tahun 1893 societeit ini sudah hadir mewarnai sudut kehidupan sebuah kota kolonial di Priangan ini. Diberitakan dalam Bataviaasch nieuwsblad edisi tanggal 21 Januari 1893, Societeit Intra Montes telah mendapat pengesahan perubahan anggaran dasar dengan Staatblad No.26. Rupanya perkumpulan jenis societeit ini punya anggaran dasar yang harus mendapat pengesahan dari pemerintah kolonial.

Tak ada keterangan tentang penggunaan nama Intra Montes. Saya mengira-ngira saja, intra montes yang artinya, kira-kira, “di antara gunung-gunung” ini, mengingatkan keberadaan kota Garoet yang dikelilingi gunung-gunung.

Societeit Intra Montes beraktivitas di sebuah bangunan di Societeitstraat (Jalan Jenderal A. Yani sekarang). Dari peta dalam buku Eenige Wandelingen in de Omstreken van Garoet Behoorende bij de Wandelkaart (Some Walks in the Vicinity of Garoet as Shown on the Map of the Garoet and Vicinity) (pernah dibahas dalam 15 Route Djeladjah Garoet di Tahoen 1924), lokasi gedung Societeit Intra Montes ini berada di lokasi gedung Nasional (gedung KNPI) sekarang. Mungkin pada awalnya gedung yang sekarang menjadi Bale Paminton, ex Garut Theatre itu, juga bagian dari Societeit Intra Montes?

Potongan peta kota Garoet dari buku Eenige Wandelingen in de Omstreken van Garoet Behoorende bij de Wandelkaart (Some Walks in the Vicinity of Garoet as Shown on the Map of the Garoet and Vicinity). Lokasi gedung Societeit Intra Montes ditunjukan dengan anak panah dari penulis.

Potongan peta kota Garoet dari buku Eenige Wandelingen in de Omstreken van Garoet Behoorende bij de Wandelkaart (Some Walks in the Vicinity of Garoet as Shown on the Map of the Garoet and Vicinity). Lokasi gedung Societeit Intra Montes ditunjukan dengan anak panah dari penulis.

Bentuk bangunan asli seperti yang ada dalam foto-foto jadul memang sudah tak nampak lagi sekarang ini. Dari foto-foto yang ada, dapat terlihat gedung ini pernah mengalami perombakan dari bentuk bangunan awalnya, yang masih sederhana.

Sepertinya foto ini menunjukkan bangunan awal Societeit Intra Montes. Perhatikan pohon palem di depan bangunan dan bandingan dengan foto selanjutnya. (Judul foto: Sociëteit "Intra Montes" in Garoet, Tahun: 1895-1910, Sumber: Tropenmuseum).

Sepertinya foto ini menunjukkan bangunan awal Societeit Intra Montes. Perhatikan pohon palem di depan bangunan, dan bandingkan dengan foto selanjutnya. (Judul foto: Sociëteit in Garoet, Tahun: 1880-1920, Sumber: Tropenmuseum).

Bangunan Societeit Intra Montes dilihat dari samping kanan. Lihat pohon palem di depan bangunan yang sudah tumbuh besar. (Judul foto: Sociëteit "Intra Montes" in Garoet, Tahun: 1895-1910, Sumber: Tropenmuseum)

Bangunan Societeit Intra Montes dilihat dari samping kanan. Lihat pohon palem di depan bangunan yang sudah tumbuh besar. (Judul foto: Sociëteit “Intra Montes” in Garoet, Tahun: 1895-1910, Sumber: Tropenmuseum)

Gedung Societeit Intra Montes dilihat dari samping kiri. (Judul foto: Groet uit Garoet Societeit Intra Montes, Tahun: tidak diketahui, Sumber: delcampe.net)

Gedung Societeit Intra Montes dilihat dari samping kiri. Nampak jalanan utama, Societeitstraat, masih lengang. (Judul foto: Groet uit Garoet Societeit Intra Montes, Tahun: tidak diketahui, Sumber: delcampe.net)

Satu lagi foto Societeit Intra Montes awal. (Judul foto: De sociëteit te Garoet, Tahun: sekitar 1900, Sumber: KITLV)

Satu lagi foto Societeit Intra Montes awal. (Judul foto: De sociëteit te Garoet, Tahun: sekitar 1900, Sumber: KITLV)

Rupanya bangunan awal itu tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan komunitas yang berkumpul dalam Societeit Intra Montes ini. Pengurus Societeit kemudian merencanakan pembanguan gedung yang lebih luas. Tahu cara mereka mengumpulkan dananya? Bikin lotre! Diberitakan dalam De locomotief: Samarangsch handels- en advertentie-blad tanggal 3 Mei 1898, mereka meminta ijin kepada pemerintah di Batavia agar dapat menyelenggarakan lotre demi pembangunan gedung Societeit Intra Montes. Dan berhasil. Pada koran yang sama tanggal 10 Mei 1898, ada kabar, ijin lotre itu sudah dikeluarkan pemerintah di Batavia.

Pada foto berikut, terlihat perubahan bentuk dan ornamen bangunan Societeit Intra Montes:

Bangunan baru gedung Societeit Intra Montes Garoet. Nampak perubahan bentuk dan ornamen gedung, serta taman dan pohon di depan bangunan sudah berubah. (Judul foto: Societeit Intra Montes Garoet (Java), Tahun: 1928, Sumber: delcampe)

Bangunan baru gedung Societeit Intra Montes Garoet. Nampak perubahan bentuk dan ornamen gedung, serta taman dan pohon di depan bangunan sudah berubah. (Judul foto: Societeit Intra Montes Garoet (Java), Tahun: 1928, Sumber: delcampe)

Pemandangan Societeitstraat Garoet, sebelah kanan gedung Societeit Intra Montes dan di seberangnya sebuah toko buku. Jalanan nampak sudah agak ramai. (Judul foto: De Sociëteitstraat in Garoet met rechts de sociëteit en links het boekendepot, Tahun: sekitar 1930, Sumber: KITLV).

Pemandangan Societeitstraat Garoet, sebelah kanan gedung Societeit Intra Montes dan di seberangnya sebuah toko buku. Jalanan nampak sudah agak ramai. (Judul foto: De Sociëteitstraat in Garoet met rechts de sociëteit en links het boekendepot, Tahun: sekitar 1930, Sumber: KITLV).

Memasuki tahun 1920 dan 1930-an, Societeit Intra Montes terlihat semakin ramai saja. Selain acara-acara rutin tiap akhir pekan, gedung Societeit Intra Montes juga digunakan untuk gelaran acara pertemuan dan perayaan. Misalnya, acara rally “Mooi Garoet”. Ada pula diselenggarakan acara malam untuk anak-anak, atau pesta, semacam festival sinterklaas untuk keluarga.

Kongkow di Societeit. (Judul foto: Gezelschap, vermoedelijk in een sociëteit op Java, Tahun: sekitar 1920, Sumber: KITLV)

Kongkow di Societeit. (Judul foto: Gezelschap, vermoedelijk in een sociëteit op Java, Tahun: sekitar 1920, Sumber: KITLV)

Sebuah pesta yang diselenggarakan di Societeit Intra Montes. (Judul foto: Jopie ( 1e v.l.) en Jetje Hacks (5e v.r.) tijdens feestelijkheden in sociëteit Intra Montes te Garoet, Tahun: sekitar 1920an, Sumber: KITLV)

Sebuah pesta yang diselenggarakan di Societeit Intra Montes. (Judul foto: Jopie ( 1e v.l.) en Jetje Hacks (5e v.r.) tijdens feestelijkheden in sociëteit Intra Montes te Garoet, Tahun: sekitar 1920an, Sumber: KITLV)

Perhimpunan pengusaha perkebunan dari luar Garoet juga sering mengadakan acara pertemuan tahunan di sini. Hiburannya, pertunjukan musik, drama (tooneel), atau pemutaran film. Tapi jelang malam, selalu saja acara minum-minum dan berakhir dengan pesta dansa.

Kata Yudi Latif, dalam buku Inteligensia Muslim dan Kuasa, Genealogi Inteligensia Muslim Indonesia Abad Ke-20 (2012), pada awalnya pendirian klub-klub sosial ini merupakan bagain dari upaya pihak penguasa kolonial untuk menciptakan sebuah batas antara “dunia beradab” dan “dunia tak beradab” dengan membatasi introduksi kebudayaan Barat hanya pada lingkaran komunitas orang Eropa. Alhasil, awal didirikannya sekolah-sekolah dasar publik bergaya Eropa, infrastruktur-infrastruktur saintifik dan klub-klub sosial (Sociëteit), terutama pada tahun-tahun setelah penyerahan kembali Hindia dari Inggris kepada Belanda pada tahun 1816, diarahkan secara eksklusif untuk melayani komunitas Eropa ini. Dalam buku An Official Guide to Eastern Asia Vol. V (1920), pada tahun 1917-an disebutkan penduduk kota Garoet kira-kira berjumlah 15.000 orang, dan 200 orang di antaranya adalah orang Eropa. Bandingkan dengan data yang dicatat oleh Junghuhn pada petanya di tahun 1855, penduduk kota Gaoret baru berjumlah sekitar 4.068 orang. Saya pikir, jumlah orang Eropa yang ada di kota Garoet saat itu cukup banyak untuk ukuran kota sekecil Garoet. Dan Societeit Intra Montes menjadi ikon kebudayaan mereka di Garoet.

Akhir kata, tulisan ini masih sangat mentah dan jauh dari lengkap. Tapi, mendingan mentah lah daripada belum ada yang nulis tentang Societeit Intra Montes Garoet ini. Nah, sekarang, lambang kebudayaan kolonial itu sudah hilang ditelan jaman. Tapi justru pertanyaannya kemudian adalah, pusat kebudayaan kota Garut sekarang ini ada dimana?

[M.S]

Advertisements

2 thoughts on “Societeit Intra Montes: Tempat Gaul Bule di Garoet Doeloe

  1. Pingback: Toko Boekoe “van Keulen” | Naratas Garoet

  2. Pingback: Menelusuri Literasi Garoet Lewat Toko Boekoe “van Keulen” | Perbukuan Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s