Tragedi “Lisung” di Tjisewoe (1932)

Masih ingat lisung (lesung)? Berpasangan dengan halu (alu), itulah alat tradisional untuk memecah bulir padi menjadi beras. Dalam tulisan orang Belanda, lisung disebut padi-stamper. Terbuat dari kayu, lisung tak mampu bersaing di era yang menuntut kecepatan produksi. Keberadaannya tergerus mesin huller. Kita akan mengenang lisung sebagai benda antik, bagian dari kebudayaan masa lalu dari masyarakat agraris lama.

Anak-anak sedang menumbuk padi di Jawa Barat. (Judul foto: Inlandse kinderen stampen rijst, West Java, Tahun: tidak diketahui, Sumber: Tropenmuseum)

Anak-anak sedang menumbuk padi menggunakan “lisung” di Jawa Barat. (Judul foto: Inlandse kinderen stampen rijst, West Java, Tahun: tidak diketahui, Sumber: Tropenmuseum)

Para wanita sedang menumbuk padi di Negla. (Judul foto: Vrouwen stampen rijst in Negla, Tahun: kira-kira 1925-1933, Fotografer: Georg Friedrich Johannes, Sumber: Tropenmuseum)

Para wanita sedang menumbuk padi di Negla. (Judul foto: Vrouwen stampen rijst in Negla, Tahun: kira-kira 1925-1933, Sumber: Tropenmuseum)

Tapi ini bukan cerita tentang lisung. Ini tentang pembuat lisung, tepatnya tragedi yang menimpa pembuat lisung. Terjadi di tahun 1932. Kabar ini diperoleh dari koran de Tijd: godsdienstig-staatkundig dagblad tanggal 24 Mei 1932.

Diberitakan, Veldpolitie (“polisi lapangan”) Garoet berhasil membongkar sebuah kasus pencurian kayu (illegal logging) di hutan sekitar goenoeng Hoedjoengan (?), dekat perkebunan Pasir Malang, sebuah perkebunan teh dan kina di selatan Bandoeng, yang berbatasan dengan daerah Garoet Selatan.

Perkebunan Kina dan Teh Pasir Malang. (Judul foto: De kina- en theeplantage Pasir Malang, Tahun: kira-kira 1920-1932, Sumber: Tropenmuseum)

Perkebunan Kina dan Teh Pasir Malang. (Judul foto: De kina- en theeplantage Pasir Malang, Tahun: kira-kira 1920-1932, Sumber: Tropenmuseum)

Kasus itu sendiri terbongkar dari kecurigaan Veldpolitie atas kematian dua orang warga yang dianggap tidak wajar. Di persidangan, terungkap dua orang itu mati karena tertimpa pohon yang ditebang oleh temannya. Pada tanggal 7 April 1932 itu, ada sekelompok pembuat lisung masuk ke hutan. Mereka berbagi tugas. Dua orang menebang pohon, sementara dua orang lainnya membuat lisung dari pohon-pohon yang sudah ditebang. Saat satu pohon selesai ditebang, arah tumbangnya ternyata menuju dua orang yang sedang membuat lisung dan menimpa keduanya. Mati.

Dua orang penebang pohon itu awalnya menutupi kejadian yang sebenarnya. Mereka menceritakan kepada kepala desa bahwa dua orang temannya itu meninggal karena jatuh terpeleset saat mancing ikan di sungai Tjilaki. Saat kepala desa dan asisten wedana Tjisewoe akan memeriksa kondisi jenazah, warga di sana sudah menguburkannya.

Tetapi Veldpolitie Garoet mengambil alih penyelidikan. Mereka kemudian membuka kembali kuburan tadi dan mengambil jasadnya untuk diotopsi di rumah sakit Juliana di Bandung. Setelah diketahui penyebab kematian yang sebenarnya, Veldpolitie Garoet akhirnya dapat membongkar kasus yang disebut sebagai pencurian kayu.

Dutch East Indies Topografische Dienst 1930 Tjisewoe

Daerah perbatasan Bandoeng dan Garoet sekitar Tjisewoe dalam peta terbitan Dutch East Indies Topografische Dienst tahun 1930.

Bukan cerita yang luar biasa memang, cuma cerita nasib orang biasa, yang entah siapa pula namanya. Tapi kita lihat bahwa isu pencurian kayu di Garoet telah muncul di awal abad ke-20. Hanya saja, ada beda perlakuan. Dua orang pembuat lisung itu disangkakan aparat sebagai pelaku illegal logging. Di lain pihak, para preanger-planters (pengusaha perkebunan di Priangan), yang membabat hutan berhektar-hektar untuk lahan perkebunan itu justru ditempatkan menjadi orang-orang yang terhormat. Begitulah adanya.

Jadi, kalau kelakuan aparat sekarang ada yang serupa itu, maka jangan heran, mereka memang punya rujukan di masa lalu, di masa penjajahan.

[M.S]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s