De Kessler: Pesepakbola Timnas Belanda (Tempo Doeloe) Kelahiran Garoet

Mungkin De Kessler tidak seterkenal Johan Cruijff atau Marco van Basten, dan prestasinya pun tak sementereng mereka. Tapi saya ingin berkisah sedikit tentang dia. De Kessler satu-satunya pemain bola Belanda kelahiran Garoet yang pernah masuk tim nasional sepakbola negeri Belanda. Saya pikir, karena itu, dengan sedikit kebanggaan, De Kessler layak untuk dikisahkan di sini. Boleh dong bangga nama Garoet disebut-sebut dalam sejarah timnas sepakbola Belanda.

Tapi, tak banyak sumber yang mengungkap kehidupan De Kessler, apalagi tentang kehidupan masa kecilnya di Garoet. De Kessler memang tak lama tinggal di Garoet dan masih sangat kanak-kanak untuk punya kenangan tentang Garoet. Hanya sampai usia 4 tahun De Kessler tinggal di Garoet. Lagi pula, seperti sudah saya sebut, karena dia tidak seterkenal Johan Cruijff atau Marco van Basten. Tapi biarlah, setidaknya saya masih bisa melacak riwayat De Kessler bersepakbola.

Kessler HVV Den HaagLahir di Garoet pada tanggal 11 Agustus 1891, bernama lengkap Johann Heinrich Hermann Kessler. Bapaknya, Dominicus Antonius Josephus Kessler, kelahiran Indonesia juga, tepatnya Batavia, di tahun 1855. Tuan Kessler senior ini seorang kaya raya, sehingga dikabarkan, anak-anaknya tak perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan sepanjang hidupnya. Dalam buku “Historical Dictionary of the Petroleum Industry” karya M. S. Vassiliou (2008), yang kemudian menjadi bagian “The A to Z Series No.116”, dengan judul “The A to Z of the Petroleum Industry”, disebutkan bahwa D.A.J. Kessler pernah mengelola perkebunan di Garoet sebelum bergabung pada tahun 1895 dengan saudaranya, Jean-Baptist Kessler (lengkapnya, Jean Baptiste Auguste Kessler), untuk bekerja di Royal Dutch Company (terakhir menjadi bagian dari Royal Ducth Shell), perusahaan yang mengelola bisnis minyak di Palembang. Terakhir D.A.J Kessler menjabat sebagai manajer produksi di sana. Sepeninggal saudaranya, D.A.J Kessler pindah ke Den Haag, dan mengabdikan dirinya pada kegiatan-kegiatan seni dan sosial. Bahkan, membuat rumah penampungan bagi para tunawisma. Ayah De Kessler ini mendirikan “Kessler Stichting” (Yayasan Kessler) untuk kegiatan-kegiatan sosial di masa pensiunnya tersebut. Tentang Yayasan Kessler ini dapat dilihat di website http://www.kesslerstichting.nl.

Dominicus Antonius Josephus Kessler

Ayah De Kessler, D.A.J. Kessler

Bangunan Kesslerstichting

Bangunan Kesslerstichting

Dalam dokumen “Inventaris van het archief van de familie Kessler-de Lange, 1859-1972”, disebutkan keluarga Kessler membangun perkebunan kina di sekitaran gunung Cikuray (de kina-onderneming Tjikorai) dan mendirikan perusahaan untuk pengelolaannya, “Kina Cultuur Maatschappij Garoet”, pada tanggal 18 juni 1881. D.A.J Kessler menjadi administrateur di perusahaan ini. Sebetulnya, selain perkebunan kina di Cikuray, keluarga Kessler juga membuat pula perkebunan teh di Cikajang, thee-onderneming te Tjikadjang, tapi D.A.J. Kessler tidak terlibat karena memilih ikut Jean-Baptist Kessler di Palembang.

De Kessler punya kakak bernama Hermann Anton Joseph “Tonny” Kessler, yang dikenal sebagai Tonny Kessler. Kedua kakak beradik ini sama-sama menyukai sepakbola dan bergabung dengan klub HVV (Haagse Voetbal Vereniging) Den Haag, sebuah klub amatir yang didirikan pada tahun 1883. Selain sepakbola, klub ini juga punya tim kriket, dan De Kessler pun masuk tim kriket ini juga. Klub HVV terakhir berubah nama menjadi Koninklijke Haagse Cricket & Voetbal Vereniging (KHC&VV). Tambahan Koninklijke (“Royal”) pada nama klub ini merupakan gelar kehormatan dari Ratu Juliana karena HVV dianggap oleh pihak kerajaan Belanda berjasa dalam bidang olahraga, termasuk dalam pembentukan the Royal Dutch Football Association (KNVB) di 1889. Pada tahun 1910 dan 1914, HVV Den Haag menjadi juara Belanda. Dé Kessler bergabung dengan klub HVV Den Haag sejak tahun 1907.

Logo Klub HVV Den Haag

Logo Klub HVV Den Haag

Pada tanggal 21 Maret 1909 ia melakukan debut untuk tim nasional Belanda dan memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 4-1 atas Belgia. Pada pertandingan debut itu De kessler juga mencetak gol. De Kessler, saat itu berusia 17 tahun dan tujuh bulan, menorehkan catatan sebagai debutan termuda keempat dan pemain mencetak gol termuda kedua di Tim Orange. De Kessler berposisi sebagai pemain sayap kiri. Antara tahun 1909 dan 1922, bersama Timnas Belanda ini, De Kessler tercatat telah mencetak gol sembilan kali dan enam kali sebagai kapten tim, dalam total 21 penampilan di Timnas Belanda.

Selain kakaknya, Tonny, keponakannya yang bernama Boelie dan Dolf Kessler juga bermain untuk HVV Den Haag, dan Timnas Belanda. Nah, jika anda mengenal pemain-pemain Belanda tenar yang kakak beradik seperti Ronald, Frank, dan Erwin De Boer, maka ketahuilah Tonny dan Dé Kessler merupakan saudara kakak beradik pertama yang bermain bersama dalam satu pertandingan di Timnas Belanda. Ini tecatat pada saat Belanda menghadapi Inggris pada tanggal 24 Maret 1913 di Lapangan HBS (Houtrust) di Den Haag. Pertandingan itu dimenangkan Belanda 2-1, yang disebut-sebut sebagai penampilan terbaik tim Belanda di awal abad kedua puluh. Dua bersaudara Kessler ini secara keseluruhan mencatat 24 cap bermain untuk Belanda (Tonny Kessler 3 kali, Dé Kessler 21 kali), dan mencetak 10 gol (Tonny 1 gol, Dé Kessler 9 gol). Selain dengan Tonny, De Kessler juga pernah bermain bersama sepupunya, Boelie Kessler, dalam 7 pertandingan internasional Belanda.

Tim Belanda sebelum pertandingan melawan Belgia pada tanggal 7 Mei 1922. Paling kanan, De Kessler, dan di sebelahnya Boelie Kessler.

Tim Belanda sebelum pertandingan melawan Belgia pada tanggal 7 Mei 1922. Paling kanan, De Kessler, dan di sebelahnya Boelie Kessler.

Tim Belanda tahun 1913. Berdiri paling kanan, Tonny Kessler, dan De Kessler duduk paling kakan.

Tim Belanda tahun 1913. Berdiri kedua dari kanan, Tonny Kessler, dan De Kessler duduk paling kanan.

Berita di De Telegraaf tangga 8 Juni 1919. Nampak gambar De Kessler dan Boeli Kassler, yang disiapkan Tim Belanda melawan Swedia.

Berita di De Telegraaf tangga 8 Juni 1919. Nampak gambar De Kessler dan Boeli Kassler, yang disiapkan Tim Belanda melawan Swedia.

Formasi Tim Belanda tahun 1919 saat disiapkan untuk melawan Swedia.

Formasi Tim Belanda tahun 1919 saat disiapkan untuk melawan Swedia.

Selain dalam bidang sepakbola, De Kessler aktif pula di olahraga kriket. Bahkan ia pun pernah masuk tim nasional kriket Belanda. Pada tahun 1922, De Kessler ikut menjadi salah satu pendiri Stichtsche Cricket Club (SCC) di Bilthoven.

De Kessler adalah seorang sarjana hukum, dan sekaligus juga punya gelar akademik dalam sejarah seni. De Kessler tinggal di Swiss, dan beberapa saat di Italia. Pada tahun 1930, De Kessler memperoleh gelar doktor dengan tesis mengenai pelukis abad ke-15 Geertgen tot Sint Jans. Kepergian De Kessler untuk menempuh gelar doktor ini sempat diberitakan dalam harian De Telegraaf edisi tanggal 11 September 1923. Dalam pencarian informasi mengenai De Kessler ini, saya menemukan laman yang mengkonfirmasi mantan pesepakbola itu sebagai seorang art historian, painting collector, collector of sculpture, dan drawing collector.

De Kessler meninggal pada tahun 1943 di kota Bilthoven, Belanda, dan dimakamkan di sana. Mudah-mudahan keturunan De Kessler tak melupakan Garoet…

[M.S]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s