Soekarno Disambut Dengan Antusias Di Garoet: Laporan “de Preangerbode” (1951)

Malam ini saya menemukan suratkabar jadul berbahasa Belanda, de Preangerbode edisi Senin tanggal 9 Juli 1951. Di bagian kepala koran itu tertulis “de Preangerbode” dengan latar belakang tulisan yang lebih besar, “AID”. Setelah berusaha cari tahu, ternyata itu singkatan: Algemeen Indisch Dagblad, artinya kira-kira: “Suratkabar Harian Umum Indonesia”.

de Preangerbode 9 Juli 1951

de Preangerbode, 9 Juli 1951

Berbeda dengan edisi de Preangrbode pada tahun-tahun yang lebih lama lagi, misal edisi tanggal 17 September 1930. Nampak tulisan “Algemeen Indisch Dagblad” yang lebih ditonjolkan, bahkan tidak disingkat. Tulisan “de Preangerbode” disimpan di bawah tulisan “Algemeen Indisch Dagblad”. Mestinya, perubahan pada tampilan de Preangerbode itu sesuatu yang bermakna. Tapi sayang, saya belum dapat menemukan alasan perubahan itu terjadi.

de Preangerbode 17 September 1930

de Preangerbode, 17 September 1930

Suratkabar ini terbit di Bandung. Pertamakali muncul pada tahun 1896; menjadikan de Preangerbode merupakan salah satu media cetak tertua di Bandung. De Preangerbode terakhir terbit di tahun 1957.

Pada edisi tahun 1951, de Preangerbode tercatat diterbitkan oleh perusahaan NV. Beheer-Mij. Dagbladbelangen, yang beralamat di Jalan Braga 11-13-13A, Postbox 62, Bandung, dengan Pimpinan Redaksi Mr. J.L.A Visser.

Redaksi de Preangerbode 1951

Redaksi de Preangerbode pada edisi 9 Juli 1951

Harian de Preangerbode pada edisi hari Senin tanggal 9 Juli 1951 itu memuat berita foto kedatangan Soekarno di Garut sebagai headline. Gambar itu diberi judul: “Penyambutan yang Meriah di Garoet”.

Soekarno disambut meriah di Garut, 7 Juli 1951

Berita foto Soekarno disambut meriah di Garut, sebagai headline pada de Preangerbode edisi 9 Juli 1951

Nampak Presiden Soekarno berdiri di sebuah jeep terbuka milik Polisi Militer, dan dikawal oleh aparat keamanan bermotor. Di pinggir jalan, masyarakat menyambut lambaian Presiden Soekarno dengan antusias. Anak-anak pun sepertinya setengah berlarian, tertawa gembira, mengikuti rombongan yang sedang melaju di jalan.

Di gambar itu terlihat rombongan Presiden Soekarno baru saja melewati gapura bertuliskan: “Ra’jat Desa …. (?) Kota Garut Menghaturkan Salamat Datang”. Menarik untuk diperhatikan ejaan yang digunakan pada tulisan di gambar itu. Sejak tanggal 17 Maret 1947 sudah berlaku Ejaan Republik (edjaan republik) atau disebut juga edjaan Soewandi, Menteri Pendidikan kala itu. Ejaan ini mengganti ejaan sebelumnya, yaitu Ejaan Van Ophuijsen, yang berlaku sejak tahun 1901. Perbedaan antara ejaan Soewandi dengan ejaan Van Ophuijsen, antara lain, ialah penggunaan huruf oe menjadi u dan bunyi hamzah, juga bunyi sentak, yang sebelumnya dinyatakan dengan tanda ‘ (apostrof) ditulis dengan huruf k, seperti pada kata-kata ma’lum menjadi maklum dan ra’jat menjadi rakjat.

Rupanya rakjat Garut saat itu belum konsisten dalam penggunaan ejaan Soewandi. Garoet memang sudah ditulis Garut, tapi rakjat masih ditulis ra’jat. Hehe…. Dan de Preangerbode pun masih menuliskan kata Garoet di berita itu. (Tapi kalo saja di blog ini masih menoeliskan kata “Garoet”, harap toean makloem, itoe hanja oentoek gaja sadja, agar koeat kesan tempo doeloe-nja. Trima kasih).

Pada keterangan gambar, tertulis: “Pada hari Sabtu, Presiden Soekarno dalam kunjungannya ke Garut mendapat sambutan yang meriah dari rakyat”. Itu artinya Soekarno berkunjung ke Garut pada hari Sabtu, tanggal 7 Juli 1951.

Berita mengenai kedatangan Presiden Soekarno itu sendiri dimuat pada halaman 2 de Preangerbode, berjudul: “Dua Kota Antusias Menyambut Presiden”, dengan subjudul: “Perjalanan yang Sukses ke Tasik dan Garut”. Disebutkan, di Garut, Soekarno disambut oleh 80.000 orang yang menyemut di Alun-alun. Luar biasa…

Judul berita kedatangan Soekarno di garut

Judul berita kedatangan Soekarno di Garut

Pada paragraf awal berita itu, de Preangerbode mengutip pidato Presiden Soekarno di depan kerumunan massa, yang menyatakan antara lain bahwa dalam rangka hari Lebaran, ia meminta rakyat Garut agar memaafkan dosa dan kesalahan yang dilakukannya terhadap rakyat semua. Lebaran? Rupanya, tanggal 7 Juli 1951 itu bertepatan dengan hari kedua Lebaran, yaitu tanggal 2 Syawwal 1370 H. Tanggal 1 Syawwal 1370 H jatuh pada hari Jumat tanggal 6 Juli 1951. Jadi, Soekarno blusukan ke Garut (dan Tasik) satu hari setelah Lebaran! Kapan lagi seorang Presiden RI mau menyempatkan diri berlebaran di Garut?!

Catatan menarik terakhir, dasar wartawan, sempat-sempatnya dia menulis dalam berita itu, mungkin supaya lebih dramatis, bahwa banyak wanita yang meneteskan air mata saat melihat Soekarno berpidato. Tak dijelaskan, mereka menangis terharu, atau justru, terpikat… Hehe. Tring!

[M.S]

Advertisements

One thought on “Soekarno Disambut Dengan Antusias Di Garoet: Laporan “de Preangerbode” (1951)

  1. Pingback: Foto-foto Kunjungan Soekarno-Hatta Di Garoet Tahun 1947 | Naratas Garoet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s