Makan Siang Mewah di Hotel Papandajan Tahun 1936

4305210_20121207110358

Hotel Papandajan

Hotel Papandajan Garoet memang punya reputasi yang bagus di masa kolonial. Lokasinya yang berada di pusat kota, dekat stasiun dan kantor pos pula, menjadikannya salah satu favorit para turis tempo doeloe menginap. Hotel ini memiliki 100 kamar, dengan fasilitas air panas dan tub bath. Punya lapangan tenis dan taman yang luas.

Taman dan Lapang Tenis Hotel Papandajan

Taman dan Lapang Tenis Hotel Papandajan

Tapi jangan harap pribumi bisa masuk ke Hotel Papandajan Garoet, tanpa membawa status sebagai prijaji, atau memang pelayan (djongos) di sana. Hotel ini memang hotel mewah. Hanya orang-orang Eropa dan bangsawan pribumi saja yang bisa menginap atau sekedar menikmati suasana serta menyantap makanan mewahnya.

Iklan Hotel Papandajan banyak tertera di buku-buku travel maupun media cetak lainnya saat itu. Seperti ini:

Iklan Hotel Papandajan

Iklan Hotel Papandajan

Jadi, dalam promonya, katanya, tidak lengkap rasanya jika anda mengunjungi Pulau Jawa tanpa satu atau dua minggu tinggal di Garoet yang indah, dan tinggallah di Hotel Papandajan sebagai “best known hotel in Java”.

Anggaplah anda dulu seorang turis dari Eropa, mengunjungi Garoet dan menginap di Hotel Papandajan. Maka, pada saat jadwal makan siang, anda dipersilahkan memilih meja di ruang restoran ini:

Ruang Makan Hotel Papandajan

Ruang Makan Hotel Papandajan

dan seorang pelayan pribumi akan menyodori anda lembar menu seperti ini.

Menu Makan Siang di Hotel Papandajan (1)

Menu Makan Siang di Hotel Papandajan (1)

Siang itu, tanggal 23 Januari 1936, menu yang tersedia adalah paket hidangan: Consomme au celerie, Croquettes, Segedines Goulasch, Viande de veau froide, Salade se remoulade, Pain perdu, Fruits, dan Cafe. Mungkin masakan Perancis. Ahli kuliner tentu lebih paham dengan nama-nama masakan itu. Saya tidak.

Daftar menu itu nampak diketik di lembar iklan rokok (dan perhatikan, ketikannya ada beberapa yang salah. Hehe). Di bawah lembar menu itu tertera tulisan: De beste Cigaret voor den meest verwenden rooker. Ternyata memang iklan rokok “Blue Ribbon Cigarettes”. Jadi dulu sudah ada pola sponsorsip hotel dengan satu produk dagang. Pada lembar sebelahnya ada gambar berikut:

Menu Makan Siang di Hotel Papandajan (2)

Menu Makan Siang di Hotel Papandajan (2)

Menariknya, daftar menu itu dilengkapi ilustrasi gambar buah-buahan dan diberi keterangan pula: kawoeng, ramboetan, dan sawo. Nampaknya gambar dan tulisan itu hasil tulisan tangan. Klasik sekali. Dan mungkin sebagai penghargaan kepada tamunya, secara khusus lembar menu itu dibubuhi tanda tangan seseorang (mungkin bernama “Amat”?) sebagai “Head Waiter”.

Daftar menu yang unik, klasik, dan historis ini koleksi Mr. Hayden Mathews dari Vero Beach, Florida dan Stamford, Connecticut. Mr. Mathews mulai mengkoleksi daftar menu sejak masih muda di tahun 1930an. Dia punya sekitar 300 item, yang bertahun 1920an sampai 1940an, dari berbagai hotel dan penginapan, kapal pesiar dan kapal penumpang, kereta api, pesawat terbang, club, dan event-event. Beberapa daftar menu itu ada yang dikumpulkan ketika Mr. Mathews dan keluarganya bepergian, ada pula sumbangan dari kerabatnya. Beruntung sekali menu makan siang Hotel Papandajan ada dalam koleksinya dan bisa kita nikmati sekarang.

Oh, jangan lupa, jika anda cek out dari Hotel Papandajan, mintalah kenang-kenangan seperti ini:

atau, yang seperti ini:

Trima kasih Toean atas koendjoengannja. Semoga meni’mati plesirannja. Slamat djalan, dan sampai djoempa lagi….

[M.S]

Advertisements

2 thoughts on “Makan Siang Mewah di Hotel Papandajan Tahun 1936

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s