Pengantin Garoet di Tahun 1920

Sampai tahun 1980-an, saling berkirim kabar melalui kartu pos masih lazim dilakukan orang. Saat itu mungkin belum disadari bahwa satu dekade kemudian, benda pos itu sudah kehilangan pamornya. Di era teknologi informasi berbasis internet sekarang ini, email dan media sosial menjadi primadona. Kartu pos nasibnya hanya menjadi tanda mata saja, karena bergambar sesuatu yang menandakan dari kota atau negara yang dikunjungi.

Kehadiran kartu pos di Indonesia punya sejarah panjang. Jika dihitung sejak kemunculan pertamanya yang terbit pada tahun 1874, maka kartu pos sudah bertahan lebih dari satu abad. Pada tahun 1890-an, muncul kartu pos bergambar yang diterbitkan oleh kalangan swasta. Beragam gambar yang diambil dari pemandangan alam, bangunan, dan pose orang Indonesia, menjadi penghias kartu pos saat itu.

Siapa sangka, karena gambar-gambar itu, koleksi kartu pos usang jadi sumber informasi tentang alam, budaya, dan orang Indonesia di masa lalu. Seperti apa yang dilakukan Oliver Johannes Raap. Bukunya yang berjudul Soeka Doeka di Djawa Tempo Doeloe terbitan Gramedia, memuat koleksi kartu pos yang mampu menggambarkan suasana pulau Jawa tahun 1900-1940.

Oliver

Di antara koleksi kartu pos dalam buku itu, ada satu yang di-cap pos Garoet bertahun 1920. Kartu pos itu made in Japan. Ada tulisan “kartu pos” yang diterjemahkan dalam 12 bahasa, yang menandakan kartu pos tersebut ditujukan bagi wisatawan asing.

Seseorang yang menyebut dirinya Blondie, mengirim kartu pos itu ke suatu alamat di Massachusetts, USA, lengkap dengan prangko 5 cent dan dibubuhi cap pos “Garoet 25.2.20” (25 Pebruari 1920). Pesannya ditulis dalam bahasa Inggris, kira-kira berbunyi: “Besok kami akan mengadakan perjalanan jauh, naik mobil kira-kira 3 jam dilanjutkan kira-kira 1 1/2 jam naik kuda, lalu pulang lewat jalur yang sama, untuk mengunjungi kawah dari kartu pos yang telah saya kirimkan kepadamu. Saya berharap kamu ada di sini bersama kami. Semoga Kakak segera membalas. Saya senang mendengar kabarmu. Salam sayang dari Blondie.” Rupanya surat dari seorang adik kepada kakaknya. Sayang tak dijelaskan tempat yang disebut Blondie sebagai kawah itu.

IMG-20140910-00108rev

Yang menarik, gambar dibalik lembar tempat pesan yang ditulis si Blondie. Kartu pos itu bergambar foto pengantin dari Garoet, yang diberi judul: “Garoetsch jong Bruidje met haar Echtgenoot in feestgewaad” (pengantin perempuan muda dari Garoet bersama suaminya berpakaian pesta).

IMG-20140910-00109

Dari sumber yang lain saya menemukan gambar yang lebih jelas dari kartu pos itu:

Pengantin Garoet

Oliver memberikan deskripsi atas foto ini. Bahwa pasangan pengantin dari Garut ini dipotret di tengah keluarga dan tamu dengan pembawa payung berdiri tepat di belakang mereka. Kata Oliver, jika diperhatikan pakaian yang dipakai serta latar belakang foto, tampak pasangan pengantin ini berasal dari kalangan masyarakat biasa. Mereka memakai siger gaya klasik sebagai hiasan kepala, ronce bunga melati, berbagai kalung, gelang lengan (hanya lelaki), gelang tangan, dan sepatu.

Oliver menaksir usia sang lelaki berumur 17 tahun, sementara istrinya jauh lebih muda, yaitu 13 tahun, yang mungkin saja belum akil balig. Katanya, barangkali ini contoh kawin gantung, perkawinan yang digantung sampai pasangan sudah cukup dewasa. Kedua mempelai dinikahkan namun belum tinggal bersama. Masing-masing mempelai masih tinggal bersama orangtuanya.

Entah kenapa si Blondie memilih kartu pos dengan gambar pengantin dari Garoet untuk berkirim pesan kepada kakaknya. Oliver tak memberikan penjelasan. Mungkinkah si Blondie ini mau kawin juga? Kita tunggu kartu pos yang dia kirim selanjutnya, jika saja bisa ditemukan. Hehe…

[M.S]

Advertisements

One thought on “Pengantin Garoet di Tahun 1920

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s