Orang Garut Naik Kapal S.S. Garoet: KH. Anwar Musaddad

ss garoet-1917Tanggal 10 Mei 1940, Belanda dan daratan Eropa diserbu Jerman. Kejadian ini berpengaruh terhadap dunia secara luas. Perang terjadi dimana-mana. Ketersediaan bahan makan langka, komunikasi dengan dunia luar terhambat, dan kesengsaraan terjadi di seluruh dunia, termasuk di tanah suci Mekah.

Hal ini dirasakan oleh para mukimin dari Indonesia yang tinggal di Mekah, yang jumlahnya sekitar 3000 orang. Karena itu, di Indonesia, MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia), badan federasi bagi ormas Islam yang dibentuk pada 18-21 September 1937, menghimpun dana untuk membantu para mukimin di Mekah. Selain dengan mengirimkan uang dan beras, MIAI mengusahakan agar pemerintah kolonial Belanda membantu mereka kembali ke Tanah Air. Mereka yang akan pulang sebanyak 1500 orang.

Atas desakan umat Islam, akhirnya pemerintah kolonial mengirimkan kapal milik Rotterdamsche Lioyd, kapal S.S. Garoet, yang akan menjemput para mukimin ke tanah air. Adalah Anwar Musaddad asal Garut yang memimpin rombongan ini, di kapal S.S Garoet.

Anwar Musaddad telah mukim di Mekah sejak tahun 1931. Beliau dikirim orang tuanya ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan melanjutkan belajar di sana. Selama kurang lebih sebelas tahun mukim dan belajar di Mekah, ia telah berguru kepada banyak ulama, baik yang berasal dari al-Jawi (melayu) maupun dari Timur Tengah.

Prof. K.H. Anwar Musaddad, Garut

Prof. K.H. Anwar Musaddad, Garut

Anwar Musaddad, lahir tanggal 3 April 1909 di Garut. Di kemudian hari, karena ketokohannya, lebih dikenal dengan sebutan Prof. K.H. Anwar Musaddad. Ia adalah seorang ulama terkemuka asal tanah Sunda, seorang guru besar Ilmu Perbandingan Agama dan kristologi serta seorang hafidz al-Qur’an. Juga, pendiri sekaligus rektor pertama Universitas Islam Negeri (UIN) Gunung Jati, Bandung. Di Garut, ia mendirikan Pondok Pesantren dan Yayasan Pendidikan Al-Musaddadiyah. Dalam organisasi kemasyarakatan, ia pernah menjabat sebagai Wakil Rais Am Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan ketua K.H. Bisri Syansuri. Kemudian ia menjabat sebagai Dewan Penasihat (Musytasar) PBNU hingga akhir hayatnya. Prof. K.H. Anwar Musaddad meninggal tanggal 21 Juli 2000 di Garut, pada usia 91 tahun.

[M.S]

Advertisements

One thought on “Orang Garut Naik Kapal S.S. Garoet: KH. Anwar Musaddad

  1. Teu nyangki tiasa ngaos ka ieu situs. Simkuring bingah. Langkung bingah deui pami admin tiasa ogé nyeratkeun perkawis Rektor ITB ti Garut, nyaéta Prof. Doddy A.T. Amidjaja (BI’49)

    Hatur nuhun.
    Salam,
    SMS

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s