Riwayat Buram Seorang Oud-Regent van Garoet: “Soeria-Nica-Legawa”

Nama lengkapnya R.A.A. Muh. Musa Soeria Kartalegawa, bupati Garut yang memerintah dari tahun 1929 sampai dengan tahun 1944. Artinya, Musa Soeria Kartalegawa ini mengalami dua masa pemerintahan kolonial, yaitu masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda dan masa pendudukan Jepang. Dia menggantikan ayahnya, R.A.A Soeria Kartalegawa, yang memerintah dari 1915 sampai 1929.

Musa Soeria Kartalegawa merupakan tokoh yang kontroversial. Belum genap 2 tahun umur proklamasi RI, dia mendirikan Partai Rakyat Pasoendan (PRP) yang berhaluan menentang Republik Indonesia. Menurut Rosihan Anwar, eks Bupati Garut itu tidak suka dengan perjuangan kemerdekaan. Dia ingin kembali ke zaman feodal, tatkala kaum menak punya kedudukan istimewa dan seorang regent (bupati) dilayani oleh rakyat selaku abdi setia. Pada hematnya, Urang Sunda juga kepingin balik ke zaman baheula yang bagus. Mereka tidak mau diperintah oleh seorang Gubernur Republik. Maka, tanggal 18 November 1946 dibentuklah PRP.

Kata Rosihan Anwar, sedikit sekali orang yang menghadiri rapat pendiriannya. Yang datang pun tidak tahu apa tujuan rapat. Kendati begitu, kejadian itu mendapat publisitas dalam mingguan yang diterbitkan oleh Dinas Penerangan Belanda (RVD) Pandji Rakjat yang dipimpin oleh pegawai Nica-Belanda Almasawa, keturunan Arab Palembang.

Soeria Kartalegawa dan PRP berusaha mewujudkan sebuah negara Sunda merdeka yang kelak akan jadi bagian dari Negara Indonesia Serikat dan sama sekali terlepas dari Republik Indonesia. Namun demikian, Kartalegawa ini dikenal punya reputasi buruk di mata pembesar Hindia Belanda di jaman kolonial. Bahkan Van der Plas menamakannya sebagai fraudeur alias koruptor. Sehingga, pada saat pembentukan PRP, yang diangkat menjadi ketua bukanlah dia, tetapi  Raden Sadikin.

Pembentukan PRP ini mendapat dukungan banyak pejabat Belanda di Jawa Barat. Asisten-Residen M. Hins di Bogor mengatakan gerakan PRP harus didukung betapa pun di antara pimpinannya terdapat “orang yang tidak seluruhnya bisa dipercaya, yang cuma mengutamakan kepentingan diri sendiri, dan bukan karena mencintai tanah Pasundan”. Akan tetapi, Letnan Gubernur Jenderal Van Mook tidak setuju dengan PRP, yang disebutnya sebagai “partai yang tidak berarti” dan dipimpin oleh “tokoh korup oud-regent van Garoet (mantan bupati Garut)”.

Kartalegawa menjadi nekad setelah melihat sikap Van Mook. Dia mengangkat dirinya sebagai ketua PRP. Lebih nekad lagi, tanggal 4 Mei 1947 di Bandung, dalam pertemuan yang dihadiri oleh 5000 orang, dia memproklamasikan “Negara Pasundan”, mendahului “Negara Pasundan” yang menjadi negara bagian RIS buatan Van Mook.

Tokoh-tokoh Sunda yang terkemuka mengecam proklamasi Negara Pasundan, seperti Mohammad Enoch (Paguyuban Pasundan), keluarga R.A.A. Wiranatakusumah, dan bahkan ibu dan anak Kartalegawa di Garut. Kaum Republikein menyatakan Soeria Kartalegawa sebagai musuh negara nomor satu dan memberikan kepadanya penamaan: “Soeria-Nica-Legawa”.

Di lain pihak, Belanda sendiri menganggap Kartalegawa sebagai seorang oportunis yang tidak bisa dipercaya, sehingga pada konferensi Jawa Barat di Bandung tanggal 12-19 Oktober 1947, Van Mook berusaha menjauhkan Kartalegawa (dan PRP) dari Negara Pasundan. R.A.A. Wiranatakusumah yang terpilih sebagai Wali Negara Pasundan. Dan akhirnya, Kartalegawa hanya menjadi Menteri Pengairan dan Lalu Lintas dalam kabinet Negara Pasundan.

Catatan buram seorang oud-regent van Garoet… Soeria-Nica-Legawa. Bagaimana dengan oud-regent van Garoet yang lain? Hehe…

[M.S]

Advertisements

3 thoughts on “Riwayat Buram Seorang Oud-Regent van Garoet: “Soeria-Nica-Legawa”

  1. Pingback: Foto-foto Kunjungan Soekarno-Hatta Di Garoet Tahun 1947 | Naratas Garoet

  2. Pingback: Dilarang Sembahjang Djoem’ah Tanpa Idzin Boepati (1930) | Naratas Garoet

  3. Pingback: “Ayang-ayang Gung”: ‘Black Campaign’ Ala Menak Garoet | Naratas Garoet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s