Ketika Kapal-kapal Belanda Bernama “Garoet”

Tempo doeloe, Belanda sepertinya tergila-gila benar dengan Garoet. Setelah dibuat terbuai dengan alamnya yang indah sehingga menjulukinya Mooi Garoet sebagai “Switzerland van Java”, Garoet diabadikan pula pada kapal-kapal mereka. Betapa tidak, dulu setidaknya ada tiga kapal laut Belanda yang menggunakan nama Garoet. Memang penamaan kapal Belanda dengan nama-nama daerah di Indonesia itu tidak khas Garut. Tapi jika sampai nama Garoet tertempel pada lambung tiga kapal, itu luar biasa.

Kapal S.S. Garoet

Dari daerah Jawa Barat sendiri, pada kurung waktu 1942-1945 ada hampir 20 buah kapal bernama khas Pasundan. Kapal-kapal itu berupa steamship (S.S./kapal uap) dan motorship (M.S./kapal motor). Antara lain, S.S. Soekaboemi, S.S. Tjileboet, S.S. Tjimenteng, M.S. Tjisadane, M.S. Tjitjalengka, S.S. Tjisalak, S.S. Tjisaroea, S.S. Tjinegara, S.S. Tjibadak, S.S. Tjibesar, S.S. Buitenzorg (Bogor), dan S.S. Garoet.

Berbagai kapal itu dibangun tahun 1916-1926, dengan pengoperasian semula sebagai kapal penumpang sipil dan kapal kargo bisnis. Dengan pecahnya Perang Dunia kedua,kapal-kapal tersebut kemudian digunakan pula untuk kepentingan militer. Kapal-kapal yang beroperasi di Samudra Atlantik, Samudra Hindia, Samudra Pasifik, Laut Cina dan sekitarnya itu digunakan pasukan Sekutu (Inggris, Amerika, Belanda) untuk menghadapi Nazi Jerman dan Jepang. Selama perang, kapal-kapal itu digunakan untuk mengangkut logistik, pasukan, dan juga sebagai kapal rumah sakit.

Kapal S.S. Garoet dibuat pada tahun 1917 sebagai kapal penumpang dan kargo, milik maskapai Koninklijke Rotterdamsche Lloyd. Pada 19 Juni 1944, S.S. Garoet tenggelam di Samudera Hindia setelah dihantam dua torpedo dari kapal selam U-181 andalan Jerman, saat perjalanan dari Bombay menuju Durban, Afrika Selatan. S.S. Garoet tenggelam sekitar 500 mil dari perairan Mauritius pada posisi 12.30° Lintang Selatan/64° Bujur Timur. S.S. Garoet yang berawak 98 orang itu sedang mengangkut batu bara, gula, dan 100 ton kacang-kacangan.

Kapal HR.MS. Garoet

Pada tahun 1942, Angkatan Laut Belanda secara khusus membuat Kapal Perang yang dinamai HR.MS. Garoet (HR.MS. singkatan dari “Harer Majesteits” atau Her Majesty’s). HR.MS. Garoet dibuat di Droogdok Mij. di Tanjung Priok tahun 1942.

Ketika Jepang datang, konstruksi kapal dirusak. Setelah diperbaiki oleh Jepang, kapal ini dijadikan sebagai kapal perusak ranjau oleh pihak Jepang. Pada Agustus 1945, kapal ini ditahan oleh pihak Angkatan Laut Inggris di Jakarta, menyusul kekalahan Jepang pada Perang Dunia II.

Kapal M.S. Garoet

Kapal kargo M.S. Garoet milik Koninklijke Rotterdamsche Lloyd, dibangun pada tahun 1948 di Wilton-Fijenoord. Pada tahun yang sama, kapal ini dimodernisasi.

Dengan tetap menggunakan nama M.S. Garoet, kapal ini kemudian dibeli dan digunakan oleh maskapai Nedlloyd. Tetapi pada tahun 1971, kapal M.S. Garoet ini dibeli oleh maskapai Kon. Java-China-Paketvaart Lijnen (KJCPL) dan namanya diganti menjadi M.S. Straat Tanja. Pada tahun 1972, M.S Straat Tanja d.h M.S Garoet dibongkar di Kaohsiung, Taiwan.

[M.S]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s