Kesemek van Garoet

Saat menelusuri sosok Karel Frederik Holle dan perannya dalam sejarah Garoet tempo doeloe, ada artikel di Pikiran Rakyat yang mengaitkan si Tuan Belanda ini dengan kehadiran buah kesemek di Garut. Entah kapan terakhir mendengar, apalagi mencicipi, buah kesemek. Dan demi kesemek ini, cerita tentang Tuan Holle yang kontroversial itu terpaksa ditunda dulu.

Jadi, jika anda menyangka kesemek adalah buah yang khas dan endemik Garut, khususnya Cikajang dan sekitarnya, maka anda salah besar. Kesemek asalnya adalah buah impor. Seperti juga kopi, teh, dan tembakau. Semua dibawa orang Belanda, dulu, jaman kolonial. Selain di Garut, kesemek juga ada di Batu, Jawa Timur dan Brastagi, Sumatera Utara.

003_naratasgaroettempodoeloe

Alkisah, asal usul masuknya tanaman kesemek ke Garut ini kabarnya dibawa oleh Tuan Hola pada jaman penjajahan Belanda, yang ditanam di Kampung Sayuran Cigedug. Tuan Hola ini tidak lain adalah Karel Frederik Holle, pendiri dan pemilik perkebunan Waspada. Orang Sunda menyebutnya sebagai Tuan Hola. Sayang, belum ada keterangan lain untuk melengkapi kisah ini.

Dari Wikipedia diperoleh informasi bahwa kesemek adalah buah-buahan dari marga Diospyros. Tanaman ini dikenal dengan sebutan buah kaki, atau dalam bahasa Inggris dinamai Oriental (Chinese/Japanese) persimmon. Nama ilmiahnya adalah Diospyros kaki. (‘Kaki’, bahasa Jepang, adalah nama zat tanin yang dihasilkan buah ini).

Kesemek berasal dari tanah Tiongkok, yang kemudian menyebar ke Jepang pada zaman purba dan dikembangbiakkan di sana. Belakangan buah ini menyebar ke bagian lain Asia, dan pada masa kolonial pada tahun 1800an dibawa ke Eropa Selatan dan Amerika (Kalifornia). Buah ini cukup penting dalam tradisi Tiongkok dan Jepang, sehingga nilai komersialnya tinggi di sana. Entah kenapa pamor kesemek di sini menurun menjadi seolah-olah buah kampung saja, dibanding apel atau jeruk, misalnya.

Sekarang populasi tanaman buah kesemek memang semakin berkurang. Kesemek sudah langka di pasar. Kalaupun ada, jumlahnya sedikit sekali. Dulu, jangankan buah kesemek segar, selai kesemek pun mudah diperoleh di pasar ataupun di toko oleh-oleh, baik di Cikajang, Garut, Bandung, maupun tempat lain.

Kesemek buah yang unik. Kesemek memiliki rasa yang cukup enak, dan bisa dimakan langsung atau dinikmati setelah dijadikan selai atau olahan lainnya. Akan tetapi, jangan coba-coba memakan buah kesemek langsung dari pohonnya. Walaupun sudah masak dan warnanya merah kekuning-kuningan, rasanya sepet. Kesemek harus diperam dulu tiga hari tiga malam dalam bak dengan air bercampur kapur. Si gumeulis kesemek ini memang harus selalu “berbedak” dulu.

[M.S]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s